Pepaya merupakan buah yang sangat digandrungi bagi para petani. Selain dari buah pepaya yang bisa langsung dijual di pasaran karena rasanya yang segar dan sering dicari konsumen sebagai buah untuk cuci mulut. Walaupun buah ini mengandung banyak air, tetapi juga dapat disulap menjadi olahan yang tak mngandung air yaitu keripik.
Berikut cara membuat Keripik Pepaya
Keripik
adalah irisan buah atau umbi yang digoreng sampai kering dan garing. Keripik
mempunyai kadar air rendah sehingga dapat disimpan lama. Meskipun cara
pembuatannya sederhana dan cukup mudah, namaun keripik pepaya belum dikenal
oleh masyarakat dan tidak tersedia di pasaran.
2.
BAHAN
Buah
pepaya. Buah pepaya yang digunakan adalah yang telah matang petik, masih keras,
sudah terasa manis, dan bila digores tidak banyak mengeluarkan getah. Jumlah 10
kg.
3.
PERALATAN
1.
Pisau dan landasannya.
Alat
ini digunakan untuk mengupas dan mengiris buah pepaya. Disarankan menggunakan
dua pisau yang berbeda. Untuk pengupasan digunakan pisau yang biasa digunakan
di rumah tangga. Sedangkan untuk mengiris digunakan pisau besar yang biasa
digunakan untuk pemotongan dan pencincangan daging.
2.
Kompor.
Kompor
bersumbu digunakan untuk menggoreng keripik papaya dalam jumlah kecil. Kompor
bertekanan udara digunakan untuk menggoreng keripik papaya dalam jumlah besar.
3.
Penggoreng vakum.
Penggoreng
vakum merupakan alternatif pengganti kompor. Alat ini menghasilkan panas,
sekaligus menurunkan tekanan udara pada saat penggorengan. Dengan alat ini,
suhu penggorengan lebih rendah dan stabil serta waktu penggorengan yang lebih
singkat.
4.
Wajan.
Wajan
digunakan untuk menggoreng keripik pepaya. Wajan yang terbuat dari besi tebal
yang berat lebih baik digunakan karena panas lebih merata danbahan yang
digoreng tidak mudah gosong.
5.
Kemasan.
Kemasan
adalah wadah untuk mengemas keripik pepaya. Berbagai kemasan dapat digunakan,
yaitu:
a.
Kantong plastik polietilen
b.
Kantong aluminium foil berlapis plastik
c.
Kotak plastik semi kaku
d.
Kotak kaleng
Pengemasan
dengan kantong plastik dan aluminium foil kurang melindungi bahan dari
kerusakan mekanis (retak dan pecah). Untuk mengurangi kerusakan tersebut, juga
untuk menambah daya simpan, ke dalam kantong biasanya ditambahkan gas
karbondioksida (CO2) atau nitrogen (N2). Dengan adanya gas tersebut kantong
akan menggelembung sehingga keripik tidak akan tergencet bila kantong ditumpuk,
atau tertindih. Gas tersebut juga tidak bereaksi dengan bahan sehingga
meniadakan terjadinya oksidasi terhadap minyak yang terkandung pada bahan.
Produk yang dikemas dengan kantong plastik atau kaleng, perlu dikemas terlebih
dahulu dengan kantong plastik yang tipis, kemudian baru dimasukkan ke dalam
kotak tersebut.
6.
Sealer.
Alat
ini digunakan untuk menutup kantong plastik dengan menggunakan panas. Bila
kedua sisi bagian dalam mulut kantong ditekan dengan elemen pemanas, maka kedua
sisi tersebut akan melunak, saling menempel, dan tidak dapat tepisah setelah
dingin.
7.
Alat pengering.
Alat
ini digunakan untuk mengeringkan irisan pepaya sampai kadar air di bawah 9%.
8.
Baskom.
Baskom
digunakan untuk wadah irisan pepaya basah dan kering, serta keripik pepaya.
9.
Rak peniris.
Rak
peniris digunakan untuk meniriskan keripik yang baru selesai digoreng. Rak ini
terdiri dari penyangga berlobang-lobang yang terbuat dari kawat tahan karat
(aluminium atau stainless steel).
4.
CARA PEMBUATAN
1.
Pengirisan dan Blanching
- Pengirisan
- Buah pepaya dikupas, dibelah dan dibuang bijinya.
Setelah itu buah dicuci sampai bersih.
- Buah diiris-iris dengan ketebalan 5 mm. Setelah itu,
irisan pepaya diblanching, yaitu dengan mencelupkan buah ke dalam air
panas (950-980C) selama 3 menit smbil diaduk-aduk dengan pelan. Untuk
blanching ini, setiap 1 kg irisan buah diperlukan 2 liter air panas.
- Blanching
diperlukan
untuk:
-
Mematikan enzim penyebab reaksi pencoklatan (perubahan warnamenjadi coklat atau
warna gelap lainnya).
-
Mengurangi kandungan mikroba pada bahan.
-
Melayukan bahan sehingga lebih cepat dikeringkan dan mengeluarkanudara dari
jaringan bahan. Buah yang telah di-blanching segera ditiriskan.
2.
Pengeringan
- Irisan buah dikeringkan dengan alat pengering sampai
kadar air kurang dari 9% dengan tanda bahan tampak kering dan mudah
dipatahkan. Untuk pengendalian mutu, sebaiknya kadar air ditentukan
analisa kimia. Sedangkan untuk industri kecil, cukup dengan mengamati
tanda-tanda tersebut.
- Setelah kering, irisan buah dapat langsung digoreng,
atau disimpan. Jika disimpan terlebih dahulu, harus digunakan wadah yang
tidak dapatdilewati udara dan uap air, serta tertutup rapat.
3.
Penggorengan
Penggorengan
dilakukan dengan banyak minyak panas yang bersuhu 1650C selama 13-17 detik.
Untuk mendapatkan mutu keripik yang lebih baik, penggorengan dilakukan dengan
menggunakan penggorengan vakum pada suhu 1200C, dengan tekanan 60-80 mmHg
selama 58-62 menit. Setelah selesai digoreng, keripik ditiriskan sampai dingin.
4.
Pengemasan
Keripik
pepaya dikemas di dalam kantong plastik, aluminium foil berlapis
plastik,
kotak plastik semi kaku, atau kotak kaleng.
Selamat mencoba :)






0 komentar:
Posting Komentar